ÏM»tÏ»yèø9$#ur $\Û÷6|Ê ÇÊÈ ÏM»tÍqßJø9$$sù %Znôs% ÇËÈ ÏNºuÉóèRùQ$$sù $\Û÷6ß¹ ÇÌÈ tbörOr'sù ¾ÏmÎ/ $\èø)tR ÇÍÈ z`ôÜyuqsù ¾ÏmÎ/ $ºèøHsd ÇÎÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ¾ÏmÎn/tÏ9 ×qãZs3s9 ÇÏÈ ¼çm¯RÎ)ur 4n?tã y7Ï9ºs ÓÍky¶s9 ÇÐÈ ¼çm¯RÎ)ur Éb=ßsÏ9 Îösø:$# îÏt±s9 ÇÑÈ *
xsùr& ãNn=÷èt #sÎ) uÏY÷èç/ $tB Îû Íqç7à)ø9$# ÇÒÈ @Å_Áãmur $tB Îû ÍrßÁ9$# ÇÊÉÈ ¨bÎ) Nåk®5u öNÍkÍ5 7Í´tBöqt 7Î6y©9 ÇÊÊÈ
1. demi kuda perang yang berlari
kencang dengan terengah-engah,
2.
dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),
3.
dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,
4.
Maka ia menerbangkan debu,
5.
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,
6.
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
7.
dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,
8.
dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta[1597].
9.
Maka Apakah Dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam
kubur,
10.
dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,
11.
Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui Keadaan mereka.
[1597]
Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa maksud ayat ini Ialah: manusia itu
sangat kuat cintanya kepada harta sehingga ia menjadi bakhil.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar