ãNä39ygø9r& ãèO%s3G9$# ÇÊÈ 4Ó®Lym ãLänöã tÎ/$s)yJø9$# ÇËÈ xx. ôqy tbqßJn=÷ès? ÇÌÈ §NèO xx. t$ôqy tbqßJn=÷ès? ÇÍÈ xx. öqs9 tbqßJn=÷ès? zNù=Ïæ ÈûüÉ)uø9$# ÇÎÈ cãrutIs9 zOÅspgø:$# ÇÏÈ ¢OèO $pk¨XãrutIs9 ú÷ütã ÈûüÉ)uø9$# ÇÐÈ ¢OèO £`è=t«ó¡çFs9 >ͳtBöqt Ç`tã ÉOÏè¨Z9$# ÇÑÈ
1. Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu[1598],
2.
sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3.
janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4.
dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5.
janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6.
niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7.
dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin[1599].
8.
kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu
megah-megahkan di dunia itu).
[1598]
Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan,
dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan.
[1599]
'ainul yaqin artinya melihat dengan mata kepala sendiri sehingga menimbulkan
keyakinan yang kuat.
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar